Monumen Perjuangan Tanah Aron, Desa Bhuana Giri, Bebandem Karangasem.

Sumber Foto : ‭jikn.go.id

Belanda ingin kembali menjajah Indonesia dengan jelmaan NICA (Netherlands Indies Civil Administration), karena situasi Bali yang semakin sulit, I Gusti Ngurah Rai memutuskan mengadakan perjalanan menuju daerah Timur (long march) yg tujuannya mengalihkan perhatian musuh dan membangkitkan semangat masyarakat yg telah memudar.

Dalam perjalanannya pasukan I Gusti Ngurah Rai berkali-kali mendapatkan perlawanan. Pada tanggal 20 Juni 1946 pasukan tiba di Desa Pemuteran (Karangasem), ternyata pasukan Ngurah Rai diketahui keberadaanya oleh NICA sehingga terjadi pertempuran di desa Pemuteran.

Pada tanggal 6 Juli 1946 pasukan Ngurah Rai tiba di dusun Tanah Aron, sebuah dusun yg terletak di kaki Gunung Agung. Pada tanggal 7 Juli terjadi pertempuran hebat antara NICA dengan pasukan I Gusti #NgurahRai.

Dalam pertempuran ini 82 orang pasukan NICA tewas sedangkan dipihak pejuang hanya 1 orang yg gugur yaitu I Soplog.

Dalam upaya mengenang, menghormati dan mengabadikan jasa2 para pejuang yg telah gugur sebagai pahlawan kusuma bangsa, maka pada tahun 1971 timbullah gagasan untuk mendirikan sebuah monumen perjuangan di Desa Buda Keling, yg sekarang mengalami pemekaran bernama Desa Bhuana Giri, #Bebandem #Karangasem.

Monumen tersebut diberi nama Monumen Perjuangan #TanahAron.

#PejuangBali
#margarana #puputan

#Sejarah #Bali #SejarahBali#sejarahkarangasem


Sumber Artikel : ‭jikn.go.id

Berita Terbaru Lainnya

Komentar