Candi Kelebutan Pejeng, #Gianyar thn 1957 dan thn 2015

Sumber Foto : TropenMuseum, Bali Lite Institute .

Dulu, sekitar tahun 1970 hingga 1980-an , ketika industri pariwisata belum berkibar seperti saat ini, nama Candi Kelebutan sangatlah populer. Nama obyek wisata peninggalan purbakala ini selalu menghiasi halaman buku-buku panduan wisata (guide book) tentang Bali.

Berbekal guide book, wisatawan yang jalan-jalan di Pejeng dulu selalu menanyakan obyek-obyek peninggalan purbakala. Selain obyek yang sudah terkenal seperti Pura Penataran Sasih (The Moon Temple), atau pun Pura Kebo Edan, situs Candi Kelebutan merupakan obyek yg tak pernah mereka lewatkan.

Turis yang berkunjung ke sana umumnya ingin melihat dari dekat keunikan candi tua yang berdiri kokoh di tebing sebelah timur Tukad Kelebutan. Di sekitar situs tersebut terdapat halaman yang tak begitu luas, diduga sebagai tempat melangsungkan ritual. Menurut informasi, konon di areal itu dulu sering dijadikan tempat semedi (meditasi) oleh para penekun spiritual. Sementara di seberangnya, di bibir tebing bagian barat Tukad Kelebutan terdapat situs mirip rumah tua (tempat peristirahatan). Di hulu sungai, tepatnya di sebelah utaranya terdapat sumber air suci yang oleh warga setempat disebut sebagai air kelebutan. Karena air kelebutan itulah, sungai ini dinamakan Tukad Kelebutan. Areal tersebut hingga kini masih dijaga kesuciannya, karena merupakan tempat pabejian Ida Bethara Sasuhunan Ratu Pura Pusering Jagat.

Kini setelah sekian puluh tahun berlalu, seiring pesatnya pertumbuhan industri pariwisata Bali, nama situs Candi Kelebutan nyaris terlupakan. Wisatawan  yang setiap hari terlihat jalan-jalan dari #Ubud ke #Pejeng atau sebaliknya, jarang menanyakan keberadaan situs purbakala ini.

Bagaimana pendapat semeton?

#Sejarah #gianyar #Sejarahgianyar


Sumber Artikel : TropenMuseum, Bali Lite Institute .

Berita Terbaru Lainnya

Komentar