Pura Wayah Dalem Majapahit

Sumber Foto : http://info108puradibali.blogspot.com/

Pura Wayah Dalem Majapahit di Ceningan Nusa Penida adalah pulau kecil yang merupakan bagian atau wilayah Kabupaten Klungkung. Sering juga diistilahkan telur emasnya Pulau Bali yang belum menetas.

Karena Nusa Penida diibaratkan telur emasnya Pulau Bali, maka tidak berlebihan kalau Ceningan bagaikan kuning atau sari telur yang merupakan inti dari pada telur itu sendiri. 
Dalam buku ''Mebakti lan Semedi ke Pura Wayah Dalem Majapahit Sambil Melali di Pura Ceningan'' yang dibuat oleh Mangku Gde Ketut Darma disebutkan, walaupun Pulau Ceningan kecil, tetapi memiliki belasan pura kahyangan jagat. Dari belasan pura yang ada, salah satunya adalah Pura Wayah Dalem Majapahit. Pura ini sudah ada sejak zaman dulu, walaupun dulunya hanya ada satu buah bebaturan.

Menurut leluhur atau tetua yang menginformasikan dari generasi ke generasi bahwa kesakralan dan keangkeran pura ini sangat tinggi. Misalnya, bila ada orang yang mempunyai upacara tanpa menghaturkan sesajen di pura ini biasanya masakannya tidak pernah matang dan air yang dimasak tidak pernah mendidih. Bila ada orang yang melakukan Aci Sang Hyang yaitu tarian sakral tanpa mohon restu di pura ini biasanya tidak berjalan lancar. Sebab, pura ini linggih Sang Hyang Pasupati serta Dewa-Dewi lainnya. Di Pura ini juga dulunya tempat pemangku, balian dan dasaran mohon taksu. Mungkin ini sudah merupakan takdir sekian lama sesuhunan yang melinggih di pura ini beryoga dan sekarang saatnya Beliau bangkit.

Bila dikaitkan dengan sebuah lontar Bali yang dimuat oleh Empu Kuturan yang menyatakan ''Sira Mpu Kuturan, ingaranan Mpu Raja Kreta Mahyunta Anggawe Parahyangan Kabeh, sane kagawe wit Majapahit, kaunggullan ring Bali kabeh. Adalah Mpu Kuturan bergelar Mpu Raja Kreta, beliau membuat parahyangan (tempat leluhur) semua orang di Bali yang dibawanya dari Majapahit, dibangun atau diterapkan di seluruh Bali. 
Dari lontar tersebut kita dapat menyimak bahwa Bali adalah bagian dari Majapahit. Apa yang diterapkan di Bali yang berkaitan dengan upacara ritual mulai dari upacara odalan sampai upacara Pitra Yadnya mayoritas menggunakan adat Majapahit.


Sumber Artikel : http://info108puradibali.blogspot.com/

Berita Terbaru Lainnya

Komentar