Sebuah Pura di Desa Bulian, yg diduga lebih dulu ada dibanding Kerajaan Kutai

Sumber Foto : persakademika.com, kubutambahan.bulelengkab

Suatu hal yg biasa jika Bali dikenal dgn keagungan budaya dan keindahan alamnya. Namun bagaimana jika Bali, tepatnya di Desa Bulian dikatakan sbg awal mula berkembangnya Kerajaan Hindu pertama di Nusantara?

Bulian adalah desa tua di Bali, berada di Kecamatan Kubutambahan, Buleleng. Desa Bulian memang tidak terlalu dikenal namun menyimpan banyak peninggalan bersejarah dan memililki keunikan yg tidak dimiliki desa2 lainnya di Bali.

Nama Bulian berasal dari kata Bulihan yg berasal dari akar kata Bulih berarti bibit padi, yg mendapat akhiran kata an. Makna kata ini didukung oleh tatanan parahyangan desa yg ada yakni : adanya 2 (dua) pura sungsungan subak yaitu : Pura Yeh Basang dan Pura Lodguwuh, serta adanya pelinggih yg sangat penting di Pura Banua yaitu Pelinggih Ratu Ayu Mas Kereb Sari, pengayom sari satungkeb jagat Buleleng.

Dari pengertian kata Bulian, mengisyaratkan bahwa wilayah Bulihan dahulu merupakan daerah bagian kerajaan yg sangat subur dan terkenal dgn hasil buminya sehingga disebut pula dgn “Gunung Sari”. Desa Bulian memiliki 33 pura yg tersebar di setiap penjuru mata angin. Suatu hal yg unik untuk ukuran sebuah desa.

Pura-pura di Desa Bulian juga memiliki nilai sejarah masa lampau, karena pura-pura tsb diketahui sudah ada sejak dulu dan tdk pernah mengalami perubahan.

Di Desa Bulian juga ditemukan peninggalan berupa prasasti. Peneliti dari Balai Arkeologi Denpasar, I Gusti Made Suarbawa, menerangkan berdasarkan catatan pribadi Dr. Goris prasasti2 tsb berupa lempengan tembaga, yaitu Prasasti Bulian A, Tahun 1103 Caka (1181 M) dan Prasasti Bulian B, Tahun 1182 Caka (1260 M). Prasasti2 itu berstana di Pura Jurang Pingit. Namun sayang, untuk bisa melihatnya harus melalui prosesi ritual yg besar.

Pada thn 1990 Bulian pernah diteliti oleh Balai Arkaelogi dan diperkirakan di desa ini pernah berkembang sebuah kerajan Hindu sekitar abad ke 3M. Ini menunjukan bahwa kerajaan tsb ternyata lebih dulu ada dibanding Kerajaan Kutai yg berkembang sekitar abad ke 4M.


Sumber Artikel : persakademika.com, kubutambahan.bulelengkab

Berita Terbaru Lainnya

Komentar