Ida Pedanda Made Sidemen, Pengarang Besar Bali Abad 20 (4) Ida Pedanda Made Sidemen Raih Penghargaan dalam Bidang Seni Sastra Daerah

Oleh : Buku Ida Pedanda Made Sidemen, Pengarang Besar Bali Abad 20 | Dibaca : 1037Pengunjung

Sumber Foto : Arsip Provinsi Bali/Buku Ida Pedanda Made Sidemen, Pengarang Besar Bali Abad 20

Menteri P dan K Daoed Joesoef menyerahkan tanda penghargaan kepada Ida Pedanda Made Sidemen atas jasa-jasanya di bidang pembinaan Sastra Daerah di Aula Departemen P dan K Senayan -Jakarta, Selasa pagi, 20 Agustus 1980.
 
Pada tahun 1980, dua puluh orang warga negara Indonesia menerima tanda penghargaan Presiden Republik Indonesia. Mereka dinilai berjasa dalam bidang seni, ilmu pengetahuan, pengabdian, pendidikan dan olah raga. Di antara 20 orang tersebut tujuh orang dinilai berjasa sebagai pembina bidang seni. Ida Pedanda Made Sidemen adalah warga negara Republik Indonesia yang menerima penghargaan dalam bidang seni sastra daerah.
 
Beliau dinyatakan sejak kecil telah mendalami sastra Bali. Di samping menulis karya sastra kidung dan kakawin beliau dikenal juga sebagai seorang ahli bidang arsitektur tradisional Bali, ahli membuat tapel (topeng), kulkul, wadah dan sebagainya.
 
Pada tanggal 10 September 1984 beliau telah lepas (meninggal dunia), dalam usia 126 tahun. Beberapa orang tokoh yang mengenal beliau memberikan berbagai komentar tentang pendeta yang hidup dengan penuh kesederhanaan ini.
 
Ir. Robi Sularto Sastrowardoyo, seorang arsitek besar Indonesia menyatakan, "Dia adalah ilmuwan terakhir abad tradisional. Seorang pandita yang telah memecahkan arsitektur tradisional secara konprehensif, seorang ilmuwan Timur yang komplit".
 
Prof. Dr. I Gusti Ngurah Bagus, antropolog terkemuka dari Bali menyatakan, "Dia mengingatkan saya kepada ahli pikir India abad ke-8, Sanskara, yang melaksanakan agama melalui ilmu pengetahuan. Dia adalah ilmuwan Bali terbesar yang saya kenal. Orang suci yang mengabdikan segenap kemampuannya bagi kebajikan masyarakat". Sedangkan I Tekek, abdi beliau yang setia menyatakan bahwa beliau adalah "Sinar kehidupannya".

Sumber Artikel : Arsip Provinsi Bali/Buku Ida Pedanda Made Sidemen, Pengarang Besar Bali Abad 20