Sejarah Perkembangan Musik Pop Bali

Oleh : www.isi-dps.ac.id/Komang Darmayuda | Dibaca : 1313Pengunjung

Sumber Foto : www.mybalimusic.com/Nanoe Biroe, Widi Widiana dan Yong Sagita

Lagu pop Bali memasuki dunia rekaman pada awal tahun 1970-an, yang dilakukan oleh Band Putra Dewata pimpinan A.A. Made Cakra (almarhum). Judul album pertamanya adalah Kusir Dokar yang rekamannya dilakukan di Banyuwangi, karena kebutuhan untuk studio rekaman di Bali pada saat itu belum ada.
 
Dalam album tersebut A.A. Made Cakra berhasil menampilkan identitas lagu Pop Bali dengan nuansa Balinya yang kental. Banyak tema-tema lagunya mengungkapkan tentang keadaan alam dan situasi kondisi masyarakat Bali saat itu.
 
Sebagian besar melodi lagu-lagu ciptaan A.A. Made Cakra menggunakan tangga nada pelog dan slendro, sehingga tembang atau melodinya sangat khas dengan  nuansa Bali.
 
Pada perkembangan selanjutnya di era 1980-an, nama seperti Ketut Bimbo, Yong Sagita, Yan Bero, Yan Stereo mulai populer dengan lagu-lagunya yang bertema jenaka, cinta, dan banyak mengetengahkan tema tentang fenomena-fenomena aktual yang sedang terjadi di masyarakat  saat itu.
 
Kehadiran para pencipta sekaligus penyanyi tersebut cukup mampu mengubah selera pasar lagu pop Bali dengan berbagai gaya dan irama pop yang ditawarkan. Bila disimak dari iringan musiknya, banyak musisi yang sudah menggunakan sistem digital (MIDI), yakni dengan memprogram musik iringannya pada satu instrument yang disebut keyboard dengan dibantu oleh peralatan yang cukup canggih seperti MC (Miccrosoft Computer).
 
Diakhir tahun 1990-an perkembangan lagu pop Bali semakin semarak dengan hadirnya Widi Widiana. Lagu-lagunya banyak mengeksploitasi kisah cinta dengan irama musik yang melankolis dan mendayu-dayu. Di era ini, lagu pop Bali dipadukan dengan nuansa-nuansa lain seperti; nuansa Mandarin, Jawa Timuran, Sunda, Jawa dan lain-lainnya.
 
Di tahun 2003, hadirlah Lolot n Band yang menawarkan pembaruan pada lagu pop Bali, dan memilih musik dengan irama yang menghentak (Rock Alternatif). Dengan sambutan yang positif dari masyarakat terhadap pembaruan oleh Lolot n Band, menjadikan lagu pop Bali tidak hanya beraliran pop, melainkan sudah merambah ke aliran-aliran alternatif lainnya seperti ; Joni Agung & Double T, 4WD, XXX, Nanoe Biroe dan Rock Funky (Bintang Band).

Sumber Artikel : www.isi-dps.ac.id