Ini pesan moral almarhum Prof. Ida Bagus Mantra kepada orang Bali

Oleh : ra1mantra.wordpress.com & kebudayaan.kemdikbud.go.id | Dibaca : 2800Pengunjung

Sumber Foto : ra1mantra.wordpress.com

Salah satu kenangan yang paling diingat oleh IB Rai Dharmawijaya Mantra tentang ayahnya, (alm) Prof. Dr. IB Mantra, berkaitan dengan Tantri Carita. Saat sarapan pagi (alm) Prof. Dr. IB Mantra pernah meminta putranya untuk memperhatikan sebuah panel ukiran kayu di dinding ruangan. Panel itu menggambarkan seekor kura-kura yang diterbangkan oleh dua ekor burung. Dengan ringan IB Rai Dharmawijaya Mantra berkomentar bahwa panel itu bertutur tentang cuplikan cerita Tantri. Prof. Dr. IB Mantra tersenyum dan berkata,"Bukan begitu Gus, intinya itu si kura-kura yang bodoh karena ia membiarkan emosi menguasainya, intinya tentang kesabaran." Kesabaran kemudian menjadi salah satu nilai yang dipegang teguh oleh IB Rai Dharmawijaya Mantra.

Prof. Ida Bagus Mantra adalah salah satu tokoh sejarah yang cukup berpengaruh di Bali. Gubernur Bali kelima tersebut menjabat sebanyak dua periode, yaitu 1978-1983 (periode pertama) dan 1983-1988 (periode kedua).

"Orang Bali harus menyadari harga dirinya" begitulah pesan moral Ida Bagus Mantra kepada orang Bali karena merasa prihatin pada tradisi Bali yang semakin ditindas oleh budaya Barat. Harga diri orang Bali menurut Ida Bagus Mantra dapat dibangun dan ditata melalui lima hubungan korelasional antara agama, seni, budaya, bahasa, dan ekonomi yang disebut dengan landasan kebudayaan. Ide-ide dan gagasan Ida Bagus Mantra mengenai pentingnya menjaga “harga diri” melalui penguatan lima pilar tradisi Bali inilah yang membuatnya mendapat tempat tersendiri dalam masyarakat Bali.

Sumber Artikel : ra1mantra.wordpress.com & kebudayaan.kemdikbud.go.id