Pelabuhan Buleleng, 1920.

Oleh : Sejarah Bali | Dibaca : 315Pengunjung

Sumber Foto : Instagram Sejarah Bali

Pelabuhan Buleleng, 1920. Buku Republik Indonesia Provinsi Sunda Kecil (1953) memberi gambaran kejayaan Pelabuhan Buleleng. Di zaman pendudukan Belanda, pelabuhan itu dipakai untuk bongkar muat barang dan juga kapal asing yang membawa wisatawan menikmati Pulau Dewata. Saat itulah pamor pantai utara mengalami zaman keemasan.
 
Pelabuhan Buleleng kala itu adalah pelabuhan paling penting di Bali. Melalui Pelabuhan Buleleng, sebagian besar hasil perkebunan, seperti kopi dan cengkeh asal Bali, diekspor ke Singapura.
 
Di pelabuhan itu pula, berlabuh kapal-kapal besar yang menghubungkan Bali dengan kota-kota pelabuhan, seperti Surabaya dan Makassar, serta kota-kota di Sunda Kecil, seperti Ampenan dan Kupang.
 
Setiap akhir pekan, suasana Pelabuhan Buleleng dibumbui suasana sentimentil. Ada sorak-sorai dan peluk cium warga yang sanak saudaranya baru datang. Namun, ada juga pemudi yang menangis karena ditinggal pacar keluar pulau.

Sumber Artikel : SejarahBali.com