Tari Sanghyang Jaran, Bona, Blahbatuh, Gianyar, 1976.

Oleh : Sejarah Bali | Dibaca : 533Pengunjung

Sumber Foto : Instagram Sejarah Bali

Tari Sanghyang Jaran, Bona, Blahbatuh, Gianyar, 1976. Tari ini adalah warisan budaya Pra-Hindu yang dimaksudkan sebagai penolak bahaya, membuka komunikasi spiritual dari warga masyarakat dengan alam gaib. Sanghyang Jaran ditarikan oleh seorang pria yang mengendarai sebuah kuda-kudaan yang terbuat dari pelepah daun kelapa. Penarinya kerasukan roh kuda tunggangan dewata dari kahyangan, diiringi dengan gending atau nyanyian sanghyang, berkeliling sambil memejamkan mata, berjalan dan berlari dengan kaki telanjang, menginjak-injak bara api batok kelapa yang dihamparkan di tengah arena. Tari ini diselenggarakan pada saat-saat prihatin, misalnya terjadi wabah penyakit atau kejadian lain yang meresahkan masyarakat. 

Sumber Artikel : SejarahBali.com