Penari Topeng, 1930.

Oleh : Sejarah Bali | Dibaca : 499Pengunjung

Sumber Foto : Instagram Sejarah Bali

Penari Topeng, 1930. Di Bali kata topeng berarti tutup atau tapel, suatu benda atau alat penutup muka. Pada zaman primitif (Pra-Hindu) kehidupan orang-orang di Bali dipengaruhi oleh keadaan alam sekitarnya. Ritme alam mempengaruhi ritme kehidupan mereka. Tari-tarian meraka menirukan gerak-gerak alam sekitarnya seperti alunan ombak, pohon ditiup angin, gerak-gerak binatang dan lain sebagainya.
 
Pada zaman primitif, dimana orang masih percaya kepada animisme dan totemisme, orang-orang selalu memakai topeng kulit binatang untuk menghormati binatang totemnya. Topeng bertujuan untuk mengusir roh-roh jahat, topeng juga dipakai sebagai symbol dari raja-raja atau para leluhur yang dianggapnya mempunyai kekuasaan besar pada masa lampau.
 
Di Bali istilah topeng pertama dijumpai pada prasasti "Bebetin" pada caka 818 atau 896 tahun masehi, menyebutkan topeng sebagai partapuka, yaitu seni topeng atau perkumpulan topeng. di Bali topeng sekarang berarti satu pertunjukan drama tari yang memakai topeng untuk menunjukkan bermacam-macam karakter seperti dewa-dewa, raja-raja, rakyat, binatang dan sebagaianya.

Sumber Artikel : SejarahBali.com