Dari kiri I Made Sukada, Rudolf Bonnet dan Pande Wayan Sutedja Neka, 1973.

Oleh : Sejarah Bali | Dibaca : 761Pengunjung

Sumber Foto : Instagram Sejarah Bali

Mengenal Sosok Pande Wayan Sutedja Neka, Pendiri Museum Seni Neka di Ubud, Gianyar, Bali.
 
Sutedja Neka lahir 21 Juli 1939 sebagai anak sulung dari tiga bersaudara, terlahir dengan nama Pande Wayan Sutedja, dari ayah bernama Wayan Neka dan ibu Ni Wayan Lunga. Ayahnya, Wayan Neka adalah seorang pematung dari kelompok Pita Maha yang sangat terkenal sebagai pemahat patung Singa dan patung Garuda yang jempolan di Ubud dan rupanya dari sinilah darah seni mengalir pada Wayan Sutedja.
 
Pada tahun 1975 Pande Wayan Sutedja bersama Rudolf Bonet berkeliling Eropa, mulai dari London, Paris, Roma, Jenewa sampai Amsterdam-Belanda untuk mempelajari museum dan gallery. Hasil dari itu semua semakin mempertebal niatnya dan mengilhaminya untuk berbuat lebih lagi dengan mendirikan museum seni rupa di Bali.
 
Bagi Pande Wayan Sutedja, karya-karya pelukis Bali harus dilestarikan sedari sekarang. Karena apabila tidak di mulai saat ini lalu kapan dan siapa lagi yang akan memulainya. Setelah ia menimbang rasa, ia putuskan untuk mengakhiri karirnya sebagai guru sekolah untuk mendharma bhaktikan hidupnya demi kelestarian budaya seni lukis Bali.
 
Dengan idealisme yang begitu kental dalam dirinya, pada tahun 1976 ia mulai membuka museum Neka. Pada tanggal 7 Juli 1982, Museum Neka diakui oleh pemerintah dan diresmikan oleh Dr. Daoed Joesoef selaku menteri Pendidikan dan Kebudayaan di waktu itu.

Sumber Artikel : SejarahBali.com