Sejarah Museum Subak

Oleh : Sejarah Bali | Dibaca : 222Pengunjung

Sumber Foto : www.baliglory.com/

Sejarah Museum Subak berasal dari ide yang diprakarsai oleh I Gusti Ketut Kaler pada 17 Agustus 1975, yang bertujuan untuk melestarikan institusi tradisional Subak sebagai warisan budaya bangsa, dan untuk memperkenalkan kepada generasi muda dan wisatawan tentang irigasi tradisional sistem yang unik di Bali. I Gusti Ketut Kaler adalah seorang ahli dalam adat dan agama, pada waktu itu bekerja di Kantor Wilayah Departemen Agama Bali.
 
Ide ini diwujudkan dalam bentuk "Heritage Museum Subak" yang kemudian berganti nama sebagai "Subak Museum". Museum Subak diresmikan pada tanggal 13 Oktober 1981, oleh Gubernur Bali, Prof Dr Ida Bagus Mantra .
 
Museum Subak menjadi salah satu objek wisata yang menarik di Tabanan Bali dan banyak dikunjungi mahasiswa, dan wisatawan. Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan mengapa Subak Museum didirikan / dibangun di Kabupaten Tabanan Bali, seperti:
 
Tabanan memiliki sawah paling luas di Provinsi Bali sehingga sering dijuluki sebagai lumbung beras Bali.
Jumlah organisasi Subak di Tabanan adalah yang paling dibandingkan dengan kabupaten lain di Pulau Bali.
Subak adalah organisasi yang dimiliki dan dioperasikan oleh petani di pulau Bali yang terutama mengelola kontrol air atau penyiraman sistem / irigasi sawah tradisional, kehadiran subak merupakan manifestasi dari filosofi / konsep Tri Hita Karana .
 
Tri Hita Karana diambil dari kata "Tri" berarti tiga, "Hita" berarti kebahagiaan / kesejahteraan dan "Karana" yang berarti penyebabnya. Bisa dianggap bahwa Tri Hita Karana berarti "Tiga poin mengarah ke menciptakan kepuasan dan juga kesejahteraan". aplikasi praktis dalam metode Subak sebagai berikut:
  1. Parahyangan adalah koneksi yang seimbang antara manusia dan Tuhan.
  2. Pawongan adalah koneksi yang harmonis antara manusia dan sesamanya.
  3. Palemahan adalah hubungan yang seimbang antara manusia dan alam dan lingkungan.

Sumber Artikel : www.baliglory.com/