Anak Agung Pandj Tisna

Oleh : Sejarah Bali | Dibaca : 546Pengunjung

Sumber Foto : http://www.dewatanews.com/

Anak Agung Pandji Tisna, mungkin sedikit dari kita yang pernah mendengar nama tokoh penulis Bali ini. Beliau adalah keturunan bangsawan Bali, ayahnya adalah Raja Buleleng bernama Anak Agung Putu Djelantik dan ibunya bernama Jero Mekele Rengga. 
 
Kehidupan beliau termasuk menarik karena lahir dalam keluarga bangsawan yang amat kental dengan budaya dan adat istiadat Hindu Bali, dibesarkan dalam pendidikan Barat, dan ikut merasakan perjuangan Bangsa Indonesia selama penjajahan Belanda, Jepang, dan zaman revolusi. Karya-karya beliau amat kental dengan nuansa budaya Bali, bahkan beberapa di antaranya, seperti "Sukreni Gadis Bali", ditulis dalam Bahasa Bali.
 
Tahun 1944, ayah yang tua meninggal dunia. Sebagai anak tertua, saya harus menggantikannya menjadi raja di Buleleng, Bali Utara. Mula-mula, saya tidak mau sebab adik yang bersekolah di Leiden (Holland) mesti mengambil tempat itu. Oleh desakan rakyat Buleleng, dan permintaan sahabat kenalan, lebih-lebih karena desakan Pemerintahan Pendudukan Jepang yang keras itu, saya terpaksa mengubah sikap, mau mengganti ayah menjadi raja (Sjucho). Apa lagi mereka menganggap saya antimereka.
 
Beberapa kali Bung Karno membuat pidato di muka umum di Singaraja dan berceramah kepada kami. Tahun 1945, Indonesia Merdeka! Saya mengusahakan supaya bisa terlepas dari pekerjaan sekarang, tetapi tidak dapat. Tahun 1946, saya dipakai pramukha raja-raja oleh semua raja-raja di Bali, yang memberatkan pekerjaan saya: Tahun itu juga saya dibaptis (di doop) oleh Pdt. A.F. Ambesa, Pdt. J. Kantohe, dan sdr. Trimurti di desa Seraya di mana kebun jeruk kami terletak, dan mulai hari itu saya menjadi Kristen.
 
Anak Agung Pandji Tisna meninggal pada 2 Juni 1978 dalam usia 70 tahun dan dimakamkan di dekat sebuah gereja yang dulu dibangunnya di Desa Seraya -- Kaliasem. Meski dalam otobiografinya beliau mengaku bahwa ia bukan seorang penulis, tetapi beberapa bukunya kini sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa, termasuk ke dalam bahasa Sinhala dan Bahasa Inggris.
 
Daftar istilah:
 
  1. Hollandsch Inlandsche School/ HIS: Sekolah yang didirikan oleh pemerintah Belanda, setara dengan tingkat pendidikan dasar saat ini.
     
  2. Meer Uitgebreid Lager Onderwijs/ MULO: sekarang SMA Kristen 1 PENABUR, Jakarta.
     
  3. Komidi stambul: semacam sandiwara keliling, biasanya dimainkan untuk menghibur para bangsawan.
     
  4. Zelf-bestuurder: pejabat administratur negara.
     
  5. Gubernemen Belanda: Pemerintah Belanda.
     
  6. Poesy: puisi.
     
  7. Sa'ir: syair.
     
  8. Hoofdredacteur: Pemimpin redaksi.
     
  9. Pramukha: Paruman Agung, pemimpin Dewan Raja-Raja se-Bali.

Sumber Artikel : http://pelitaku.sabda.org/