Pura Luhur Serijong

Oleh : Sejarah Bali | Dibaca : 88Pengunjung

Sumber Foto : http://2.bp.blogspot.com

Melakukan kegiatan Tirta Yatra ke arah Bali Barat anda bisa berkunjung dan melakukan persembahyangan di Pura Luhur Serijong, bangunan suci ini menjadi tempat pemujaan Dewa Wisnu dan juga Dewa Baruna yang merupakan manisfestasi Tuhan Yang Maha Esa sebagai penguasa lautan. Lokasinya juga cukup strategis di tepi pantai, berdampingan dengan objek wisata pantai Soka, di sekitarnya banyak terdapat pepohonan, pohon kelapa dan semak-semak membuat tempat ini terlihat begitu asri dengan pemandangan laut di tengah-tengah balutan ketenangan alam.

Aura mistis begitu terasa di Pura Luhur Serijong, suasana sepi dan ketenangan meliputi areal bangunan suci, sehingga jika suka melakukan kegiatan meditasi, kawasan ini menjadi tempat yang tepat. Lokasi pura di desa Soka, Kec. Bajra, Kabupaten Tabanan. Tempatnya unik di atas batu karang tepi pantai seperti pura di Tanah Lot, di bawah bangunan suci terdapat goa kelelawar. Beberapa sumber menyebutkan pura dibangun pada abda ke-16 Masehi, bersamaan dengan dibangunya pura Rambut Siwi dan Tanah Lot.
 
Dari Denpasar menuju Pura Luhur Srijong sekitar 55 km di jalur Denpasar - Gilimanuk, jika anda sewa mobil ataupun tour dari kawasan Kuta menuju rute Barat, anda bisa menyempatkan diri berkunjung ke salah satu objek wisata di Bali yaitu pantai Soka menikmati keindahan pesisir yang damai dan juga ke Pura Serijong yang tenang dengan aura mistis dan kekuatan magis yang kuat. Penduduk disekitarnya bermata pencaharian sebagai petani dan pada bulan-bulan tertentu melaut, sehingga sewaktu-waktu di kawasan ini begitu mudahnya kita menemukan suguhan kuliner dari ikan laut hasil tangkapan nelayan.
 
Seperti pada umumnya, bangunan suci umat Hindu terdiri dari tiga halaman sesuai konsep Tri Mandala, pada bagian pura paling luar (Nista Mandala) terdapat beberapa bangunan seperti Bale Gong, Bali Pogo, Bale Pegat dan Pwargan. Pada bagian tengah (Madya Mandala) terdapat banguan suci pelinggih Ratu Nyoman, Piasan Ratu Nyoman, Bale Panjang serta Lumbung, sedangkan pada halaman utama (Utama Mandala) terdapat bangunan Padmasana, Pelinggih Betara Segara, Bale Agung, Meru Tumpang Tiga, Pelinggih Taksu Agung, Bale Agung, Bale Penyimpenan dan juga Piasan.
 
Nama pura sendiri berasal dari kata Sri yang berarti kemakmuran yang juga berasal dari kata Dewi Sri (sakti Dewa Wisnu) dan Jong berarti kemakmuran, sehingga berarti tempat untuk mencari kemakmuran. Pujawali di Pura Serijong dilaksanakan setiap 6 bulan sekali, pada hari Budha Manis Prangbakat, di kawasan ini terdapat juga bangunan pura yang lain seperti Pura Kebo Iwa dan Pura Mas Melanting. Areal parkir di kawasan ini cukup luas, terdapat juga toilet, penjual makanan dan minuman sebagai sarana penunjang.

Sumber Artikel : http://www.balitoursclub.com