Pura Watu Klotok

Oleh : Sejarah Bali | Dibaca : 128Pengunjung

Sumber Foto : http://2.bp.blogspot.com

Pura Watu Klotok adalah merupakan salah satu Kahyangan Jagat yang terletak di selatan Kota Klungkung tepatnya di Banjar Celepik, desa Tojan, Kab. Klungkung. kalau dari Denpasar, akses ke lokasi pura sangat mudah, sudah ada petunjuk jalan ke lokasi Pura, dari by pass IB Mantra ke Selatan (kanan). 
 
Pura Watu Klotok sebagai sthana Dewa Brahma atau pesanggrahan Ida Bthara di Besakih. Pura ini juga berfungsi untuk memohon kesuburan bagi para petani dan nangkluk merana sehingga diadakan Aci rutin yaitu pangusaban di Purnamaning ke Lima dan piodalan yang jatuh setiap enam bulan sekali. Persisnya pada Anggara Kasih Julungwangi. Upacara-upacara besar lainnya yang berhubungan denga pujawali di Besakih pada saat mulang pakelem akan digelar di pantai Watu Klotok, seperti pada saat upakara Eka Dasa Rudra, Panca Wali Krama, Candi Narmada dan Eka Bhuana, serta upacara-upacara lainnya seperti melukat, nangkid, neduh dan banyak lagi yang lainnya.
 
Pura Watu Klotok atau warga sering menyebut Batu Klotok terletak di pinggir pantai, sehingga pantai ini disebut oleh masyarakat juga dengan nama Pantai Watu Klotok. Pantai di sini sangat indah, sangat cocok untuk tujuan wisata, dari kejauhan tampak gugusan pulau Nusa Penida dan samar-samar hotel Bali Beach di Sanur. Tempat yang tenang dan dekat pantai, penuh aura spiritual akan sangat baik untuk tempat metirta yatra bagi umat Hindu. Pura lain di Klungkung yang lokasinya tidak begitu jauh dari Pura Watu Klotok adalah Pura Dasar Bhuana Gelgel sekitar 3.5 Km, Pura Goa Lawah 7.5 km, begitu juga pura paibon seperti Pura Dalem Prajurit dan Pura Tangkas yang terletak di kawasan Gelgel. Bentangan pantai dari Ketapang Kembar sampai pantai Sidayu merupakan kawasan yang keramat, merupakan tempat  unen-unen (rencang) Ratu Gde Nusa. Kalau ingin pulang dengan selamat, jangan berbuat onar dan kurang ajar di kawasan tersebut.
 
Peninggalan yang paling dikeramatkan di Pura Watu Klotok adalah sebuah batu mekocok, batu ini merupakan cikal bakal berdirinya pura yang dilinggihkan dan dikeramatkan di Utama Mandala. Rencang ida Bhatara yang diyakini muncul setiap seratus tahun sekali seperti; ular belang, tikus putih dan penyu mecolek pamor. Para umat yang haus akan spiritual, hampir setiap bulan terutama saat bulan purnama tiba, ramai melakuka persembahyangan bahkan ada yang mekemit untuk menemukan dan mencari ketenangan batin. Pantai di areal sekitar pura dimanfaatkan oleh beberapa warga untuk mengais rejeki mengumpulkan batu sikat.
 
Keindahan pura di pesisir salah satu pantai di Klungkung ini, layak menjadi objek wisata untuk dikunjungi oleh wisatawan, ketenangan serta kenyamanan suasana menjadi primadona tak tak terbantahkan.

Sumber Artikel : http://wisata.balitoursclub.com