Sejarah Danau Tamblingan

Oleh : Sejarah Bali | Dibaca : 95Pengunjung

Sumber Foto : http://www.anythingbali.com

Seperti nama-nama tempat lainnya, nama Tamblingan juga memiliki arti. Tamblingan berasal dari kata Tamba dan Elingang. Tamba dalam bahasa Bali berarti obat dan Elingang sendiri berarti kemampuan Spiritual. Jadi Danau Tamblingan berarti Danau yang memiliki kemampuan Spiritual untuk mengobati.

Legenda nama Tamblingan berawal sekitar abad ke 10 sampai 14, saat itu disekitar danau terdapat 4 desa yaitu Munduk, Gobleg, Gesing dan Umejero. Keempat Desa tersebut diminta agar menjaga kesucian dari Danau Tamblingan. Tapi suatu ketika keempat desa tersebut terkena suatu wabah penyakit yang menular, lalu ada seorang imam yang disucikan datang ke danau tersebut untuk mengambil air.
 
Di Danau itu dia berdoa dan berkat kemampuan spiritualnya, air tersebut dijadikan sebagai obat dan berhasil menyembuhkan masyarakat dari wabah epidemi yang menyerang mereka. Sejak peristiwa inilah penduduk dari 4 Desa tersebut mulai banyak membangun Pura disekitar Danau Tamblingan.
 
Tercatat ada 11 Pura yang ada di sekitar Danau Tamblingan yaitu Pura Dalem Tamblingan, Pura Endek, Pura Ulun Danu, Pura Sang Hyang Kangin, Pura Sang Hyang Kawuh, Pura Gubug, Pura Tirta Mengening, Pura Naga Loka, Pura Pengukiran, Pura Pengukusan dan Pura Embang. Ada 2 buah Pura lagi yaitu Pura Tukang Timbang dan Pura Embang yang terbuat dari Batu “Bebaturan”. Diperkirakan kedua Pura tersebut merupakan Pura tertua yang ada di daerah tersebut yang dibangun sebelum abad ke 10.
 
Karena letaknya yang berada pada ketinggian 1000 MDPL, suhu di Danau Tamblingan cenderung dingin meskipun pada siang hari sekalipun. Saat matahari bersinar tepat di atas Danau Tamblingan, kita bisa melihat pantulan pepohonan  pada permukaan air danau. Air Danau Tamblingan memang bersih. Untuk kamu yang suka memancing, sore hari menjelang matahari terbenam adalah waktu yang paling cocok.
 
Keindahan Danau Tamblingan tidak hanya bisa kita nikmati pada siang hari saja tetapi juga pada malam hari. Di Danau Tamblingan juga sangat cocok untuk melakukan aktivitas “Camping Ceria”. Disekitar danau memang terdapat tanah yang lapang yang memang bisa kita gunakan untuk membangun tenda dan menginap di sana.
 
Kalau siang hari kita disuguhi pemandangan indah dari Danau Tamblingan serta Pura-pura  yang mengelilinginya maka pada malam harinya ketika kita memandang langit di atas Danau Tamblingan kita akan dibuat terpukau dengan banyaknya bintang yang menjadi atap dari Danau Tamblingan.
 
Tempat Camping di Tamblingan ada dua Spot yaitu yang pertama di Daerah Pura Dalem dan yang kedua berada di seberangnya. Camping disini tidak dipungut biaya tapi jangan pernah lupa untuk tetap menjaga kebersihan dan kesucian tempat ini.
 
Keberadaan Pura-pura disekitar Danau tersebut menambah eksotisme danau tamblingan yang memang sudah memiliki landscape yang bagus sekaligus memberikan aura yang berbeda seperti seolah ada sesuatu yang memang melindungi danau ini.

Sumber Artikel : http://dailyvoyagers.com