Dari Festiva Pasar Tradisional Hut XX Denpasar

Oleh : sejarahbali | Dibaca : 886Pengunjung

Sumber Foto :

Pasar Tradisional dalam pengelolaannya masih mengalami kesulitan untuk melakukan penataan yang lebih tertib terhadap para pedagang, salah satunya Zonasi bagi pedagang yakni pengelompokan pedagang sesuai dengan jenis komoditi daganganya. Kondisi ini membuat pasar Tradisional menjadi semrawut dan tidak nyaman untuk dikunjungi. Maka dalam kesempatan Festival pasar ini, diharapkan kepala pasar dan para pedagang dapat lebih menata Zonasi secara bertahap. Demikian disampaikan Walikota Rai Mantra, Selasa (21/2) saat melakukan Road Show di Pasar Desa Suwung Batan Kendal, Kelurahan Sesetan Kecamatan Densel, dan Pasar Burung Sanglah (Pasar Banjar Kaja Desa Pekraman Sesetan).

Lebih lanjut dikatakan dalam meningkatkan kembali eksistensi pasar tradisional di masyarakat, banyak tantangan yang dihadapi mulai dari kesadaran yang rendah terhadap kedisiplinan, kebersihan, ketertiban, pemahaman yang rendah terhadap perilaku konsumen, dan semakin berkembangnya pasar modrn. Melihat hal itu Pemkot Denpasar telah melakukan revitalisasi terhadap beberapa pasar Tradisional di Kota Denpasar, serta meningkatkan pengetahuan dasar bagi para pedagang. Diharapkan dari program ini dapat terciptanya tempat usaha yang nyaman, terciptanya peningkatan mutu dan produktivitas, sehigga Pasar Tradisional menjadi tempat yang layak dan tempat yang menarik untuk dikunjungi bagi setiap kalangan, serta mampu bersaing dengan pasar modern. Sementara Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kota Denpasar Made Mertajaya mengatakan kegiatan Road Show dilaksanakan 20 - 24 di Pasar tradisional oleh Pemerintah Kota Denpasar melalui BPMPD Denpasar berkaitan dengan pelaksanaan Festival Pasar Tradisional.

Disamping itu Festival pasar ini bukan hanya sekedar penilaian, namun dapat meningkatkan kesadaran dan pelestarian aspek budaya Pasar Desa. Disamping itu merubah mindset perilaku ekonomi modern dilakukan melalui pola hidup bersih di Pasar Desa. Keberhasilan untuk dapat merubah beberapa hal tersebut juga tergantung dari komitmen dan sinergi Pemerintah, pengelola pasar dan masyarakat lingkungan pasar. Kegiatan Festival Pasar menurut Mertajaya juga telah mampu melakukan pembenahan di Pasar Desa secara bertahap, seperti telah dipasang alat pengahalau lalat elektrik pada kios daging. Hal ini memberikan pengaruh terhadap kunjungan masyarakat untuk berbelanja ke Pasar Tradisional, serta mampu meningkatkan daya saing Pasar Tradisional ditengah gempuran Pasar Modrn. Disamping itu juga beberapa para pedagang daging dan sayur-sayur segar telah menggunakan celemek saat menawarkan dagangannya kepada pembeli.

Sumber Artikel : http://www.denpasarkota.go.id/index.php/baca-berita/7806/