Asal usul

Mengulik Sejarah Asal-usul Pura Dalem Ped dan Pantangannya

 Sabtu, 15 Maret 2025

Mengulik Sejarah Asal-usul Pura Dalem Ped dan Pantangannya

IKUTI SEJARAHBALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Sejarahbali.com, Klungkung - 

Pura Dalem Ped adalah salah satu pura kahyangan jagat yang terkenal di pelosok Bali. Mengutip ped.desa.id, ketenarannya membuat banyak masyarakat Bali berbondong-bondong menghadap ke Pura Dalem Ped. Sejarah Pura Dalem Ped sendiri dikenal cukup unik bagi sebagian orang.
Ingin mengenal asal usul Pura Dalem Ped lebih jauh dan mengetahui apa saja pantangannya? Simak artikel berikut ini!

Sejarah Pura Dalem Ped
Sejarah Pura Dalem Ped berawal dari artefak atau tiga buah tapel yang sakti dan ditempatkan di Pura Dalem Nusa. Ketiga tapel ini melahirkan nama "Ped." Pada kala itu, ketiga tabel tersebut sangatlah populer sehingga pedanda bernama Ida Pedanda Abiansemal datang ke Nusa untuk menyaksikan secara langsung keberadaan tiga tapel yang sakti di Pura Dalem Nusa.

Sebelumnya, Ida Pedanda Abiansemal kehilangan tiga buah tapel dari kediamannya. Kesaktian yang dimiliki ketiga tapel tersebut dapat menyembuhkan berbagai penyakit, mulai dari penyakit yang diderita manusia hingga tumbuh-tumbuhan. Oleh karena itu, ketika mendengar kabar tiga tapel yang berada di dalam Pura Dalem Ped, ia segera memastikan ketiga tapel di dalam Pura Dalem Ped.

Nyatanya, ketiga tapel tersebut memang tapel miliknya yang hilang. Namun, ia tidak mengambilnya kembali dengan syarat agar warga Nusa menjaganya dengan baik dan senantiasa melakukan upacara sebagaimana mestinya.

Ketiga tapel milik Ida Pedanda Abiansemal selanjutnya dimanfaatkan oleh warga Subak Sampalan juga untuk memperbaiki panen yang berantakan. Kala itu, warga Subak Sampalan harus menghadapi serangan hama tanaman seperti tikus dan walang sakit sehingga frustasi dan meminta bantuan tapel. Permohonan itu akhirnya terkabul dan penyakit tanaman pergi jauh dari subak Sampalan, Alhasil, panen pun sukses dan melimpah.

Sejak kedatangan Ida Pedanda Abiansemal bersama pepatih dan pengikutnya, nama Pura Dalem Nusa berganti menjadi Pura Dalem Ped. Namun, pergantian nama ini dilakukan oleh seorang tokoh Puri Klungkung pada zaman I Dewa Agung.

Ada banyak hal yang diperdebatkan sejumlah tokoh spiritual karena informasi yang simpang siur pada awalnya. Salah satu hal yang menjadi pembahasan adalah nama pura itu sendiri. Menurut Kelompok Puri Klungkung, Puri Gelgel, dan Mangku Rumodja Mangku Lingsir, pura tersebut bernama Pura Penataran Ped. Di sisi lain, para orang Bali menyebutnya sebagai Pura Dalem Ped. Namun, bagi Dewa Ketut Soma sebagai penekun spiritual, kedua versi tersebut sama benarnya. Perubahan nama ini dapat terjadi karena penggelaran upacara mapeed yang dijalankan secara rutin.

Meski pada namanya terdapat kata "Dalem," pura tersebut bukan berarti menjadi bagian dari Tri Kahyangan. Dalem yang dimaksud merujuk pada sebutan raja yang berkuasa di Nusa Penida dan sakti, yaitu Ratu Gede Nusa atau Ratu Gede Mecaling.

Sosok Ratu Gede Mecaling punya tempat istimewa di Pura Dalem Ped. Dikutip dari situs ISI Denpasar, Ratu Gede Mecaling yang juga disebut Ratu Sakti Ring Nusa adalah putra dari Pangeran Renggan dan istrinya Ni Meraim, menjadikannya keturunan dari Dukuh Jumpungan atau seorang pendeta.

Pangeran Gotra, putra dari Pangeran Renggan, mengadakan perjalanan di Bukit Biye untuk merundingkan siapa yang menerima kekuasaan di Nusa. Keputusan berakhir dengan Pangerang Mecaling sebagai penerima kuasa sehingga akhirnya disebut Ratu Mecaling. Ratu Mecaling menerima wewenang untuk menghukum mereka yang tidak memenuhi aturan dengan memberikan penyakit. Tidak hanya itu, ia juga berwenang memungut utpeti di seluruh pulau, mewarisi segala ilmu yang dimiliki Dukuh Jumpungan atau disebut kesaktian Kanda Sanga, dan memiliki panjak (anak buah).

Pada akhirnya, Ida Ratu Gede Mas Mecaling dikenal sebagai sosok magis yang menyebarkan wabah dan bencana di jagat Bali. Meskipun begitu, citra Ida Ratu Gede Mas Mecaling Dalem Nusa Penida seolah menjadi mitos hidup dan objek pemujaan. Beragam versi wacana magi tentangnya kian berkembang di masyarakat.

Lokasi Pura Dalem Ped
Dikutip dari online travel agency, Pura Dalem Ped terlokasi di Nusa Penida dan dikenal juga sebagai Pura Penataran Agung Ped. Pura Dalem Ped sendiri memiliki lima lokasi pura di dalamnya.

Lokasi pertama ada di Pura Segara, Istana Batara Baruna bagian utara. Pada lokasi ini, pengunjung dapat menikmati deburan ombak. Lokasi selanjutnya ada di bagian selatan, yaitu Pura Taman yang digunakan sebagai tempat penyucian berhiaskan kolam bunga teratai.

Sementara itu, pura utama Dalem Ped terletak di bagian barat dan diberi nama Penataran Ratu Gede Mecaling sekaligus menjadi simbol Kesaktian Penguasa Nusa. Lokasi keempat ada di bagian timur, yaitu Pelabuhan Ratu Mas, dan lokasi kelimanya adalah Pura Bale Agung.

Pura Dalem Ped berada sekitar 50 meter di selatan bibir pantai Selat Nusa Penida. Pengunjung akan membutuhkan setidaknya 5-10 menit berkendara bila berasal dari Pelabuhan Buyuk. Namun, bila berasal dari Pelabuhan Sanur atau Padang Bai, pengunjung akan membutuhkan setidaknya 30 menit untuk sampai ke Nusa Penida dengan penggunaan speed boat atau kapal roro.

Pada lokasi ini, pengunjung tidak perlu bingung memarkirkan kendaraannya karena Pura Dalem Ped menyediakan tempat parkir sebagai salah satu fasilitasnya. Ada juga kamar mandi untuk pengunjung.

Harga tiket untuk masuk ke Pura Dalem Ped sendiri gratis atau tidak dikenakan biaya. Oleh karena itu, pengunjung dapat segera masuk tanpa perlu memikirkan biayanya.

Pantangan di Pura Dalem Ped
Mengingat Pura Dalem Ped merupakan tempat suci untuk bersembahyang, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan dan ditaati ketika berada di lokasinya. Mengutip indonesiabaik.id, pengunjung tidak diperbolehkan buang air kecil di sekitar area Pura atau menggunakan Saput Poleng. Kemudian, pengunjung juga dilarang mengenakan bunga pucuk di dekat pura hingga menyanyikan lagu janger. Hal ini menjadi salah satu pantangan wajib juga.

Pantangan-pantangan ini berlaku untuk semua pemeluk agama, baik Hindu maupun lainnya. Meski wisatawan lokal dan mancanegara sekadar berkunjung sebentar, penjagaan sikap dan tata krama tetap perlu dilakukan. Berikut ini sejumlah hal etika yang perlu diperhatikan ketika mengunjungi Pura Dalem Ped atau tempat suci lainnya:

1. Menggunakan Pakaian Sopan
Etika satu ini merupakan hal paling sederhana dan mendasar saat berkunjung ke tempat sakral, tetapi tidak semua orang melakukannya. Berbeda dari destinasi lainnya yang bebas menggunakan pakaian apa saja, tempat sakral memerlukan pakaian yang lebih sopan untuk menghormati tempat tersebut.

2. Menjaga Sikap dan Ucapan
Ketika mendatangi tempat suci, menjaga sikap dan ucapan dengan sopan menjadi hal yang penting untuk dilakukan. Pastikan untuk menghindari berbicara dengan kasar, berteriak, meludah, hingga membuang sampah sembarangan. Tidak hanya itu, pengunjung tidak seharusnya mencemooh atau menjelek-jelekkan benda yang ada di area tempat sakral karena eksistensi benda tersebut seringkali berkaitan dengan kepercayaan dan kebudayaan masyarakat sekitar.

3. Menaati Setiap Aturan
Setiap tempat wisata yang sakral tentu memiliki aturan yang berbeda-beda dan perlu dipatuhi wisatawan. Hal ini perlu diperhatikan dan ditaati oleh pengunjung untuk menghindari hal-hal yang tidak berkenan atau diinginkan untuk terjadi.

4. Meminta Izin Sebelum Mengambil Gambar
Umumnya, mengunjungi tempat sakral mendorong keinginan untuk mengabadikannya melalui foto atau video. Namun, pengunjung tetap harus meminta izin terlebih dahulu sebelum memotret atau merekam.

5. Hormati Orang yang Beribadah
Etika terpenting selanjutnya adalah menghormati orang yang beribadah. Tempat wisata yang sakral tentunya memiliki orang-orang yang datang untuk beribadah atau melakukan ritual tertentu. Oleh karena itu, pastikan untuk selalu menghormati mereka yang tengah melakukan ibadah. Hal ini dapat dilakukan dengan menghindari berbicara di dekat orang yang beribadah, terlebih berbicara buruk tentang kepercayaan tempat tersebut.

Itulah sejarah atau asal usul dari Pura Dalem Ped dan sejumlah pantangannya. Anda perlu menjaga sikap dan ucapan selama berada di Pura Dalem Ped karena tempat tersebut adalah tempat sakral yang harus dihormati. Semoga artikel ini membantu Anda sebelum berkunjung ke tempat sakral, ya!

Sumber: https://www.detik.com/bali/budaya/d-6405439/mengulik-sejarah-asal-usul-pura-dalem-ped-dan-pantangannya

Penulis : TImLiputan

Editor : SejarahBali



Sejarah Bali Bali Sejarah Pura Dalem Ped Sejarah Pura Dalem Ped Asal Usul Pura Dalem Ped Pantangan Pura Dalem Ped Misteri Pura Dalem Ped Sejarah Pura Bali Wisata Religi Bali Pura Suci Bali


Tonton Juga :



Asal usul Lainnya :












TRENDING TERHANGAT