Belanda Menebar Hoaks untuk Taklukkan Bali dalam Perang Jagaraga - SejarahBali.com

Histeria

Belanda Menebar Hoaks untuk Taklukkan Bali dalam Perang Jagaraga

Kamis, 19 Agustus 2021 | 14:50 WITA
Belanda Menebar Hoaks untuk Taklukkan Bali dalam Perang Jagaraga

Atlas Van Stolk/Perang Jagaraga di Buleleng dalam lukisan Belanda, 1848

SejarahBali.com, Buleleng.
Seperti yang sering diterapkan di tempat-tempat lain di Nusantara, Belanda memakai taktik adu domba atau devide et impera. Karena kabar bohong yang disebarkannya, Bali terpecah-belah dan pasukan Kerajaan Buleleng lengah.
Belanda Menyerbu Bali Belanda sudah lama ingin menduduki Bali. Namun, keinginan itu terhalang oleh hukum tawan karang yang berlaku di pulau tersebut. Setiap kapal asing yang terdampar di perairan Bali harus disita dan isinya dirampas beserta awak kapalnya. Akibat penerapan hukum tawan karang,
Belanda beberapa kali merugi.Salah satunya adalah pada 1844, ketika kapal mereka terdampar di Pantai Sangsit yang termasuk wilayah Kerajaan Buleleng. Kapal itu disita. Isi dan muatannya dirampas, para awak kapalnya pun menjadi tawanan. Belanda tidak bisa menerima hal itu.
Dituliskan oleh Bambang Budi Utomo dalam buku Warisan Bahari Indonesia (2017), Belanda mengirimkan Asisten Residen Banyuwangi bernama Ravia de Lignij ke Bali (hlm. 43).Ia ditugaskan menjalin negosiasi dengan pihak Kerajaan Buleleng, termasuk berusaha menghapuskan hukum tawan karang. Insiden di perairan Buleleng menjadi puncak kekesalan Belanda.


Halaman :

TAGS : Perang Jagaraga I Gusti Ketut Jelantik Belanda Penjajahan Belanda Buleleng



Sejarah Terkait :


Sejarah Lainnya