Asal usul

Cerita Unik Tempat Suci Hindu Bali, Pura Taman Sari di Sibang Kaja: Sesajen Berbentuk Ular dan Tradisi Nunas Tamba

 Selasa, 25 Maret 2025

Cerita Unik Tempat Suci Hindu Bali, Pura Taman Sari di Sibang Kaja: Sesajen Berbentuk Ular dan Tradisi Nunas Tamba

IKUTI SEJARAHBALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Sejarahbali.com, Badung - 

Pura Taman Sari di Desa Sibang Kaja, Badung, bukan sekadar tempat ibadah biasa bagi umat Hindu Bali.

Terletak di persimpangan jalan yang ramai lalu lintas, pura ini memiliki daya tarik unik, mulai dari pohon kepuh yang tersisa setelah terbakar, hingga sesajen berbentuk ular yang menyimpan makna mendalam.

Sejarah Panjang dan Pohon Kepuh yang Melegenda

Pura ini diyakini sudah berdiri sejak zaman yang sangat lampau, meski catatan resmi tentang pendiriannya tidak diketahui.

Di halaman pura, berdiri kokoh satu pohon kepuh besar. Dulunya, pohon ini memiliki pasangan kembar, namun satu di antaranya terbakar pada tahun 1995-an.

"Dahulu pohon ini kembar, tetapi yang satu terbakar dan kini hanya tersisa satu," ujar Ni Nyoman Nardiasih, salah satu pangayah di pura tersebut.

Penghuni Niskala dan Sesajen Unik

Pura Taman Sari diempon oleh 10 Kepala Keluarga (KK) dan terbuka untuk umum.

Penghuni utama niskala pura ini adalah Ida Ratu Niang Lingsir Sakti, bersama Ida Ratu Ngurah Sakti, Ida Ratu Gede Pancer Jagat, dan Ratu Mas Manis.

Keunikan lainnya terletak pada sesajen khusus yang dipersembahkan di pura ini.

Di bagian jaba pura, terdapat sesajen berbentuk ular yang terbuat dari nasi dengan warna poleng dan merah.

Sementara itu, di area jeroan pura, sesajen khusus berupa nasi berbentuk rangda dipersembahkan untuk Ida Ratu Niang Lingsir Sakti.

"Nasi itu diletakkan di atas pucuk daun pisang, melambangkan wujud sakral rangda," jelas Jro Mangku Istri Ni Nyoman Kiter.

Pratima Sakral dan Tradisi Nunas Tamba

Saat piodalan, pengunjung dapat melihat pratima sakral berbentuk penyu dengan ular di atasnya, serta pratima wanita yang membawa kotak kecil.

Selain itu, pura ini dikenal sebagai tempat nunas tamba (memohon obat). Tradisi ini melibatkan pemanfaatan ruas kecil pohon kepuh yang digiling untuk dijadikan boreh.

"Boreh tersebut nantinya dioleskan ke bagian tubuh yang sakit," jelas Nardiasih.

Tidak hanya boreh, para pamedek juga memohon tirta untuk keselamatan dan kesembuhan.

Banyak pengunjung yang kembali ke pura untuk mengucapkan syukur setelah sembuh.

"Saya sering bertemu mereka yang sembuh, tetapi kadang lupa karena banyak sekali yang datang," tambahnya.

Daya Tarik Pura Taman Sari yang Kian Populer

Pura Taman Sari semakin ramai dikunjungi.

Tidak hanya masyarakat lokal, tetapi juga pamedek dari daerah lain seperti Tabanan dan Mengwi. Aturan sembahyang pun cukup sederhana, dengan membawa pajati atau canang sari.

Dengan segala keunikannya, Pura Taman Sari menjadi destinasi spiritual yang tidak hanya menarik bagi masyarakat setempat, tetapi juga pamedek dari berbagai daerah.

Keberadaan sesajen unik, tradisi nunas tamba, dan sejarah panjangnya menjadikan pura ini layak dikunjungi bagi mereka yang mencari ketenangan sekaligus pengobatan spiritual.

Sumber: https://baliexpress.jawapos.com/balinese/675555768/cerita-unik-tempat-suci-hindu-bali-pura-taman-sari-di-sibang-kaja-sesajen-berbentuk-ular-dan-tradisi-nunas-tamba?page=3#google_vignette

Penulis : TImLiputan

Editor : SejarahBali



Sejarah Bali Bali Sejarah Pura Taman Sari Sibang Kaja Pura Unik Bali Tradisi Hindu Bali Mitos Bali Legenda Bali Cerita Rakyat Bali Budaya Bali Sejarah Bali Misteri Bali Kearifan Lokal Bali Wisata Spiritual Bali Tradisi Nunas Tamba Sesajen U


Tonton Juga :



Asal usul Lainnya :












TRENDING TERHANGAT