Mendapat julukan sebagai kota Budaya Denpasar berkewajiban menggalakkan kehidupan berkesenian. Dari bale banjar di dalam kota, seperti Tampakgangsul, Tenten, Alangkajeng sampai Wangaya dan Balun bisa kita dengar ada alunan gamelan pada hari tertentu.
Dan mereka yang begelut dan menekuni kesenian yang paling merakyat itu adalah anak-anak, kaum ibu dan para remaja. Pada hari tertentu walaupun bukan sedang merayakan hari ulang tahunnya, di lapangan Puputan Badung bisa kita saksikan atraksi dari berbagai sanggar yang mewakili setiap banjar.
“Anak saya ikut sanggar di Sesetan mewakili banjar Pegok, dalam beberapa bulan sekali tampil di panggung terbuka di Puputan Badung ini,” ungkap Kadek Candri, 35 tahun yang mengantar anaknya menari Jaran Teji di tempat itu.
Setiap hari minggu sore, lapangan yang menjadi paru-paru kota itu ramai oleh kehadiran pedagang balon, dagang lunpia dagang minuman dingin. Dan jangan lupa di panggung terbuka di bagian selatan lapangan atraksi tarian dan tabuh baik anak anak rema dan ibu-ibu selalu meramaikan suasana.